

Pemandangan dari atas, sungguh menakjubkan sekali….Lipatan gunung seperti ‘tercincang’ (ciptaan Allah itu tercatat dalam sejarah sebagai 500 juta tahun). Kanopi hutan berona zamrud luas mata memandang, laut membiru kehijauan mengufuk dan bersambung dengan kepulauan milik negara jiran. Sebuah kapal layar meluncur sendirian kelihatan seperti titik putih di balik kebiruan laut. Pandangan ke bawah yang sayup itu mengingatkan diri ini kepada surah Qaf, ayat 6 hingga 11 yang berbunyi:
”Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali."
Dan juga dalam Surah Al Baqarah ayat 164:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang. Bahtera yang berlayar di lautan membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah swt turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati. Dan Dia sebarkan di bumi segala jenis haiwan. Dan peredaran angin dan awan yang dikendalikan di antara langit dan bumi. Sesungguhnya (terdapat) tanda-tanda bagi kaum yang memikirkan”.
Hati ini juga terdetik memuji kebesaranNya seraya berdoa:
“(Iaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan mengenai penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’” ~(Ali Imran: 191)~
No comments:
Post a Comment